Pasir di Langit (bab 1)

“Hei Tunggu…apa yg sedang kamu lakukan?”
Seorang gadis terlihat sedang berdiri di tepi jurang.Seakan ingin melakukan hal yg sangat tidak kita inginkan.7 meter jarak antara kedua orang itu.
“Memang pemandangan di sini sangat indah.Tapi bukan berarti dari situ kamu harus melihatnya.Sangat berbahaya.”
Gadis itu membalikkan badan ke arahnya.Sambil sibuk merapikan rambut halusnya yang terurai panjang melebihi bahu karena tertiup angin.Sambil berkata..

“Pergi…jgn campuri urusanku!”
Gadis berparas cantik.Kalau boleh diterka umurnya tak beda jauh dengan pria muda yang sedang berdiri bingung itu.Lekuk tubuhnya sangat jelas terlihat dikarenakan memakai daster tipis bermotif tidak teratur.Walaupun sebenarnya teratur.Motif baju yg unik.Warna dasternya sepintas terlihat sama dengan kulit gadis itu.Coklat.Warna ketenangan,penyembunyi ulung kekotoran.kamuflase.
“Bukannya aku mencampuri urusan orang lain.Aku hanya ingin mengingatkan kalau kau terlalu dekat dengan sisi jurang.”
Jantung pria itu mulai sedikit berdebar.Dia mulai melangkah ke arah gadis itu perlahan-lahan.Dua langkah berjalan..
“Jangan mendekat lagi..cukup sampai situ saja.Atau…”
Gadis itu kembali membentak.Kali ini bisa terlihat air mata membasahi pipinya.Apa gerangan yg terjadi pada gadis ini?.Pria itu mulai terlihat gugup.Apa jadinya kalau gadis itu memang sungguh-sungguh ingin melakukan perbuatan konyol.Di jamin 100% menjatuhkan diri dari sini akan berakhir dengan kematian yang sangat mengenaskan.Kembali perlahan-lahan pria itu bergerak maju selangkah..
“Berhenti…aku serius…kalau kau mendekat selangkah lagi aku akan lompat!”
Gadis itu mulai mundur ke arah sisi jurang.Setengah telapak kakinya sudah melewati tepi jurang.Mengingatkan pada atlit olimpiade yang akan melakuan lompat indah.
“ouw..ouw…baiklah…cukup..jangan mundur lagi!”
Jantung siapapun akan berdegup kencang melihat peristiwa ini.Sekarang sudah bisa di pastikan kalau gadis itu sungguh-sungguh ingin bunuh diri.Tak tahu harus melakukan apa.Jangan pernah memojokan orang yang sedang putus asa seperti ini.Penurunan logika di imbangi dengan peningkatan emosi.Dia akan melakukan segalanya tanpa berpikir.Tapi sungguh tak di sangka kata-kata keluar dari mulut pria itu.
“Hei nona..aku tidak melarang bila kamu mau bunuh diri.Tapi lakukanlah saat aku tidak ada disini.Aku tidak ingin terkena masalah.Kalau kamu melompat sekarang,pasti aku yang akan kena getahnya.Tidak ada orang lain lagi disini selain aku.Aku akan menjadi saksi.Di interogasi berbulan-bulan.Menyogok para manusia buncit itu agar jangan mengganggu hidupku lagi.Dan yang lebih parah lagi..Aku mungkin akan di jadikan terdakwa.Menjalani sisa hidupku yang masi panjang ini dalam jeruji besi yang penuh dengan intrik.Hukum rimba akan membunuhku perlahan lahan.Apalagi tuduhanku membunuh seorang wanita.Kamu tahu pasal yang terdapat dalam hukum rimba utk hukuman membunuh atau memperkosa wanita?..Setiap malam aku akan di sodomi bergilir oleh para senior-senior napi yang kelaparan.Akhirnya aku memilih gantung diri di sel ku yang tidak ada bedanya antara toilet dan kamar tidur.”
“Kau layak mendapatkannya…Darah Pembunuh!!!”
Gadis itu menjerit sekencangnya.Seakan dia menaruh berjuta dendam padanya.Sungguh terdengar bodoh ucapan pria itu.Ucapan pengancaman terhadap seseorang yang sudah tidak bisa membedakan mana benar dan salah.Anggap saja wanita itu sebuah medan magnet beraliran negatif.Sudah pasti kita harus menjadi magnet beraliran positif agar terjadi daya tarik antara dua kutub.Tapi perkataan pria itu justru mendorong satu sama lain.Pasti pria itu sering gatal di hidungnya.Makanya dia jadi teringat dengan “pore pack”.Obat penghilang komedo.Tempel-tekan-tarik!!
“Tidak..Kau tidak layak mendapatkan itu..Seharusnya lebih..lebih buruk lagi!”Kembali gadis itu menyumpah.
Apa maksudnya?.Pria itu mengerutkan keningnya.Seingatnya,dia belum pernah kenal apalagi bertemu dengan wanita itu.Tapi dia merasa aku adalah manusia paling jahat yang pernah di temuinya.
“Apa maksudmu nona…aku tidak mengerti..!”
“aku cinta kamuu..ahmad..tahukah kamu!”
Kaget setengah mati.Sungguh aneh gadis itu.Beberapa saat lalu dia menunjukan ekspresi seakan pria gagah itu najis,mahluk paling rendah,pembunuh.Sekarang dia mengatakan kalau pria itu adalah orang yang paling berharga baginya.Dan yang membuat lebih bingung lagi adalah..dia tahu nama pria yang sudah 5 menit berdiri di depannya!
“non..nona…apakah kita pernah bertemu sebelumnya?..”
“Takdir…!”
Gadis itu mengatakan sebuah kata yang sulit di mengerti.takdir?
“Dengar nona..sudah cukup main-mainnya…ayo kembali kesini.Mari kita bicara di tempat yang aman!”
Terlihat mulai tidak sabar.Merasa dipermainkan.Pelan-pelan Ahmad maju ke arahnya..
“Tuuuunngguuu…sebaiknya kau……..”
“Oh..tidaak…jangan..”
Tiba-tiba angin bertiup sangat kencang.Gadis itu mulai kehilangan keseimbangan tubuhnya.
“Tolong aku,ahmad…”
Tubuh gadis itu terlihat sudah mulai lunglai.Melihat posisi mereka yang terlalu jauh,tampak tidak akan sanggup meraih gadis itu.posisi tubuh gadis itu sudah mulai miring membelakangi jurang.Akhirnya dia terjatuh dengan posisi pasrah sambil memandang Ahmad yg seperti patung.
“Tiiddaaakkk,….”
Sejenak pikiran menjadi kosong.27 tahun hidup di planet Sirius,baru kali ini Ahmad melihat secara langsung sistematika sebuah kematian.Dan yang terlihat saat ini adalah pintu kematian.Selanjutnya,tidak tahu.Dan tidak mau tahu dulu.Sebab cara untuk mengetahui sistematika kematian setelah pintu kematian itu adalah kita harus mati.Kadang kalau imajinasi sedang menggila,terbesit perasaan iri pada manusia-manusia yang sudah mati.Mereka sudah mengetahui misterinya.Bahkan sudah sampai akhir cerita.Kesimpulan alam semesta.Dan yang lebih menyebalkannya lagi,mereka tidak mau atau tidak bisa memberitahukan kesimpulannya itu kepada kita yang linglung.
Tiba-tiba saja merasakan angin yang sangat kencang di kepala.Wah…apa itu?…binatang apa itu?..Sungguh menyilaukan.Sambil menahan kilauan cahaya dengan tangan agar tidak langsung ke mata.Ahmad mencoba membuka sedikit jari tangannya agar bisa terlihat binatang tersebut…Wow bentuknya seperti burung..tapi…tubuhnya seperti manusia.Binatang apa itu?..Memberanikan diri melihat lebih fokus.Benar..aku tidak salah lihat.Binatang berkepala burung,mempunyai sayap tapi bertubuh manusia.Dia mempunyai kaki dan tangan juga.Binatang itu terbang menukik ke arah Ahmad. sambil Sayup-sayup terdengar suara keluar dari mulutnya.
“Suuuwarnakayaaaaa..switarohita”
Kira-kira kata itu yang bisa terdengar.Jgn Tanya apa artinya.’Aku benar-benar buta‘.
Ahmad menjatuhkan diri ke tanah.Kalau tidak dia pasti tersambar oleh binatang aneh itu.
“Ackkhh…!”
kepalanya terantuk batu.Ahmad tak bisa bergerak.Badannya terasa kaku.
Kemana dia?…Binatang itu terbang ke arah dasar jurang.Ahmad sudah tidak mampu menggapai tepi jurang untuk melihatnya.
Matanya mulai berkunang-kunang.Dengan sisa tenaga mencoba untuk tetap sadar.
Kembali binatang itu muncul dari dasar jurang.
“Tolong aku,ahmad…atau kau akan jadi Darah Pembunuh selamanya”
Dengan setengah sadar Ahmad melihat gadis yang tadi jatuh ke jurang berada di kaki binatang itu.Seakan dia merupakan hasil buruan yang baru saja di dapatkan si pemangsa.
Mencoba menggerakan tangan untuk meraihnya.Tapi apa daya.Benar-benar sudah tidak bertenaga.’Maafkan kan aku nona.Kau sudah mencoba memberi ku kesempatan sekali lagi untuk menyelamatkanmu.Tapi aku sungguh-sungguh tak mampu‘.
Yoni..!”
Gadis itu meneriakan satu kata yang asing lagi.
Sebenarnya apa sih maunya?Katakan dengan bahasa yang jelas dan di mengerti semua orang.Sebegitu burukkah bahasa di planet sirius ini hingga kau tidak mau

menggunakannya?.
Yoonniiiii…niii.ni..!
Gadis itu mulai di bawa terbang menjauh.Begitu juga dengan Ahmad yang mulai jauh dari titik sadar.Semua tampak buram dan tidak fokus..redup..redup…Gelap!!

~ oleh opix nano pada November 20, 2008.

3 Tanggapan to “Pasir di Langit (bab 1)”

  1. novel na bagus, imaginasi kamu kuat

  2. tq bro!…tungguin bag 2 nya ya bos!

  3. Dasar orang gila hahaha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: